TAHAJJUD CALL Assalamualaikum Kamis 19 Mei 2022 Waktu-Waktu Istimewa yang Diciptakan Allah SWT untuk Muslim Terdapat sejumlah waktu istimewa yang diciptakan Allah SWT untuk Muslim. Allah SWT menciptakan waktu-waktu istimewa dan khusus bagi manusia. Di mana dalam waktu tersebut, setiap hamba dianjurkan untuk memperbanyak amalan baik. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Marsudi Syuhud, menjelaskan, waktu-waktu istimewa itu terbagi dalam klasifikasi bulan, pekan, dan harian. Dia menjelaskan, pada waktu-waktu itulah sesungguhnya, rahmat Allah tercurah melimpah bagi hamba-hamba-Nya yang mau bersujud. “Allah ini kan menciptakan waktu-waktu istimewa,” kata KH Marsudi saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (20/8). Adapun waktu-waktu istimewa yang masuk dalam hitungan bulan adalah bulan Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Ramadhan. Dia mengutip hadits antara lain riwayat Bukhari dan Muslim berikut: الزَّمانُ قَدِ اسْتَدارَ كَهَيْئَةِ يَومَ خَلَقَ السَّمَواتِ والأرْ...
Postingan
Menampilkan postingan dari Mei, 2022
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
TAHAJJUD CALL Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh Selasa 10 Mei '22 Islam adalah agama yang mengajarkan semangat bekerja. Inilah sebagian bukti bahwa Islam mengajarkan umat manusia untuk senantiasa bersemangat dan tidak bermalas-malas. Islam adalah agama yang kaffah. Dalam Islam, semua persoalan hidup manusia sudah diatur dan diberikan solusi yang mengandung ajaran kebenaran bagi kehidupan seluruh umat manusia. Dan tidak akan pernah bertentangan dengan penemuan dan teori penemuan manusia yang paling mutakhir. Islam sejak jauh hari lebih maju dan tidak pernah ketinggalan zaman dari semua kemajuan yang pernah dicapai umat manusia, sampai kapan pun. Bagaimana Islam melihat fenomena kemalasan dalam diri manusia? Islam sejak lama memberikan “rambu-rambu lampu kuning” untuk masalah ini. Islam memberikan perhatikan besar. Contoh, doa agar terbebas dari kemiskinan , kefakiran dan lilitan utang: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas.." (HR. Bukhar...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
*RENUNGAN PAGI* Selasa, 10 Mei 2022 *Agar terhindar dari kerasnya hati* Oleh : *Ustd Nashih Nashrullah* *Assalamu'alaikum wr wb* Hati bisa mengeras, keras hati bisa berwujud memunculnya beberapa penyakit hati seperti sombong, keras kepala dan penyakit hati yg lainnya. Untuk menghindari penyakit qaswatul qolb, Rasulullah mengajarkan kpd kita yaitu pandai bersyukur, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, Rasulullah berkata Akhir-akhir ini aku merasakan hatiku keras, Rasulullah kemudian berkata : _"Maukah engkau beritahu cara untuk melembutkan dan keinginanmu terpenuhi ? Sayangilah anak-anak yatim, usapkanlah kepala, berikanlah mereka makananmu, niscaya (hal demikian) akan melembutkan hati dan melapangkan rezekimu."_ *(HR. Thabrani)* Demikian salah satu cara menghindarkan kerasnya hati dg menyayangi anak yatim, semoga kita bisa, aamiin... *Wassalamu'alaikum wr wb*
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
💦Embun Pagi 🌷💦 🌷 *Bersihkan hati dari penyakit hasad (iri)* Hasad adalah perasaan atau sikap tidak senang terhadap kelebihan (kenikmatan) yang diperoleh orang lain dan berusaha untuk menghilangkannya atau mencelakainya. Allah berfirman, وَلَا تَتَمَنَّوْا۟ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain...". (QS. An-Nisa: 32). عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم: إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ، فَإِنَّ اَلْحَسَدَ يَأْكُلُ اَلْحَسَنَاتِ، كَمَا تَأْكُلُ اَلنَّارُ اَلْحَطَبَ “Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya bahwa Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Jauhilah sikap hasad, sesungguhnya hasad dapat memakan kebaikan sebagaimana api yang melahap kayu bakar." (HR. Abu Dawud no.4257). Hasad biasanya diwujudkan dalam perbuatan berikut: mengintai keburukan orang lain untuk dijadikan ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
*Mari sejenak kita renungkan nasehat di bawah ini ...* ✅ Puasa tetap di anjurkan, Menutup aurat tetap diperintahkan, Menjaga lisan tetap diterapkan, Membaca Al Qur'an tetap harus dirutinkan, Shalat berjamaah tetap diwajibkan, Sedekah tetap ditunaikan, Qiyamul Lail tetap harus dikerjakan, Berdoa tetap diperlukan, Dzikir tetap dirutinkan, Ganjaran amal shalih tetap terus berjalan, Finish beribadah bukan 1 Syawal, Finish ibadah bukan Hari Raya, Finish ibadah bukan ketika Ramadhan berakhir, Karena kita diperintahkan beribadah sampai mati, bukan sampai Idul Fitri. *"Dan beribadahlah kepada Rabb mu sampai datangnya kematian".* (Qs. Al-Hijr : 99) Maka beribadahlah terus hingga datang kematianmu, bukan ketika Ramadhan telah berlalu. Jadilah Rabbaniyun, Jangan jadi Ramadhaniyun, ✍️📚📌📌📌 *Robbaniyun adalah* orang yg semangat beribadah pada bulan Ramadhan, dan ia tetap terus semangat beribadah meskipun Ramadhan telah berakhir. ✍️❗⛔❗ Sedangkan *Ramadhaniyun adalah* orang yg sema...