LAHIRNYA PANCASILA

 Repost

LDNU cabang lasem 


KESAKSIAN KYAI MASYKUR TTG LAHIRNYA RUMUSAN PANCASILA


Sebuah diskusi yg panjang terjadi akhir Mei 1945 antara Soekarno,Mohamad Yamin dg tiga pemimpin muslim: Kyai Wahid Hasyim, Kyai Masykur, dan Kyai Kahar Muzakkir.


Kyai Masykur menuturkan:


"... Di rumahnya Mohamad Yamin, saya, Wahid Hasyim, Kahar Muzakkir. Bertiga, berempat dg Yamin. Bung Karno datang. Kita berhenti omong2 itu".


"Lantas Bung Karno tanya, ada apa ini?"


"Kita ini ingin dasar Islam, tapi kalau dasar islam, negara ini pecah. Bagaimana kira2 bisa umat Islam bela tanah air tapi tdk pecah..?"


"Bung Karno berkata: Coba kita tanya Yamin dulu, bgmn Yamin dulu, tanah Jawa, tanah Indonesia ini?"


"Yamin mengatakan: Zaman dulu, org Jawa punya kebiasaan. Apa kebiasaannya? Pergi di pinggir sungai, di pohon besar, semedi, utk minta sama Tuhan. Minta keselamatan, minta apa begitu".


"Lantas Bung Karno katakan: Nah, ini mencari Tuhan namanya. Jadi org Indonesia dulu sdh mencari Tuhan, cuma tdk tahu di mana tuhan dan siapa Tuhan itu.. itu mencari Tuhan, kata Bung Karno. Kalau begitu itu, .. Zaman Jawa itu zaman ketuhanan. Ketuhanan! Bgmn Islam? Ketuhanan! Kalau bangsa Indonesia bangsa ketuhanan. Mufakat? Bangsa Ketuhanan. Tulis! Tulis! Ketuhanan. Lalu bgmn selanjutnya bangsa Indonesia?"


"Bangsa Indonesia itu satu sama lain begitu rupa, kalau datang dikasih wedang, kalau waktu makan diajak makan. Pokoknya begitu toleransinya, begitu rupa.."


"Kalau begitu, kata Bung Karno, bangsa Indonesia itu dulu bangsa yg perikemanusiaan. Satu sama lain suka menolong, kerja sama, perikemanusiaan"


"Lantas kita, sama Wahid Hasyim, kita...: Kemanusiaan boleh, tapi mesti yg adil. Jangan sendiri boleh, tak diapa-apakan, kalau org lain yg salah dihantam. Tidak adil itu. Kalau Siti Fatimah mencuri, saya potong tangannya: Siti Fatimah putri Rasulullah. Jadi hrs adil. Biar anaknya, kalau salah, ya salah. Dihukum bgmn. Ini islam. Ya, benar, benar ini memang"


"Lantas ada lagi. Bung Karno katakan: Siapa dulu..?"


"Kahar Muzakkir lontarkan: Ada org budayanya tdk mau dipersentuh tangannya oleh bawahan.. Umpamanya, kl ada pengemis, kasih uang dilemparkan saja. Kalau dlm Islam tdk bisa. Dlm Islam hrs diserahkan dg cara baik. Jadi perikemanusiaan yg adil dan beradab. Adabnya ini tadi".


"Lantas org Indonesia dulu, suka memberikan apa2 sama tetangganya. Kalau rumah ini tak punya cabe, minta sama rumah sini, kalau tdk punya garam, minta sama rumah sini.. Ini diusulkan Bung Karno.. ini namanya tolong-menolong. Gotong-royong"


"Lantas ada lagi, org Jawa dulu itu, kalau ada apa2, kumpul org2 desa itu. Satu sama lain tanya bgmn baiknya, baiknya begini, begitu, bkn begini bkn begitu. Ini dikatakan Bung Karno musyawarah. Jadi bangsa kita dulu suka musyawarah. Kalau mau kawinkan anaknya mufakatan, kalau mau menamakan anaknya mufakatan. Bung Karno katakan ini musyawarah perwakilan".


"Lalu org dulu itu, kalau dimintai apa2, minta apa2 dikasihkan. Sampeyan minta apa, sampai di sini habis, diberikan. Solidaritas sosialnya. Lalu ditanyakan kpd Islam. Islam mmg zakat, kita memberikan sama fakir miskin, yg kaya memberikan ke fakir miskin, jadi sampai kesimpulan lima itu".


"Kesimpulan lima tadinya mau ditambah, tapi kita umat Islam mengatakan, rukun Islam itu lima, jadi lima ini saja bisa dikembangkan satu persatu, tetapi jangan ditambah.. Ini dijadikan Bung Karno Pancasila.."


"Kita umat Islam mengatakan kalau dasar Islam itu isimnya yg diambil, kalau Pancasila musammahnya yg diambil. Sila2 itu musammahnya, isi Islam, lima ini kita umat Islam, ini sbg musammahnya, isi Islam, isim Islam, musammahnya, Pancasila. Saya, Wahid Hasyim.."


"Lantas Bung Karno katakan, mau saya usulkan Pancasila. Awas kalau ada yg mengacau!" (Kyai Masykur ketawa imitasi Bung Karno), "Awas!".


(By. Parikesit)


Sumber tulisan: Andree Feillard, NU Vis-a-Vis Negara, 1999.

#ldnucabanglasem

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balai Desa

MENGUBAH TAKDIR

MEMAKMURKAN MASJID