UJUB

 _Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...._


*MUHASABAH PAGI*

*_UJUB ITU DATANG DENGAN DIAM-DIAM TANPA KITA SADARI_*

*UJUB berbeda dengan RIYA*

Kadangkala *RIYA* dapat dihindari, tapi *UJUB* masih ada.

_Contoh_

Kita sholat tahajjud diam². Tidak ada yang tahu dan tidak kita ceritakan pada orang lain,  dengan harapan agar tidak *RIYA*_ ... 

maka saat kita tidak menceritakan amalan kita, kita *berhasil menghindari RIYA*. 

*Semata-mata kita beribadah karena ALLAH, bukan karena ingin dipuji orang lain*.


_*Jangan cepat berpuas diri dulu, karena syaitan terus berusaha menggelincirkanmu*_.

*Tiba-tiba  dalam hati berkata-kata, karena muncul rasa bangga terhadap diri sendiri.*

_*" Hebat aku ini, bisa bangun setiap malam tak pernah ketinggalan sholat tahajjud, sementara orang lain tertidur pulas."*_


*Saat hati berkata begitu, itulah yang dinamakan  UJUB*. 


Walaupun berhasil untuk tidak *RIYA'*, 

tetapi masih belum berhasil untuk tidak *UJUB*.


*UJUB* 

adalah *perasaan kagum atas diri sendiri*.


_*Merasa diri hebat, berbangga diri ...*_ _*terpesona dengan kehebatan diri.*_


*UJUB* 

adalah *penyakit hati yang paling tersembunyi.*


Perasaan *UJUB* bisa datang dalam *berbagai bentuk.*


DIANTARA NYA :

" *Orang yang rajin ibadah* merasa kagum dengan ibadahnya".

" *Orang yang berilmu,* kagum dengan ilmunya".

" *Orang yang cantik,* kagum dengan kecantikannya".

" *Orang yang dermawan,* kagum dengan kebaikannya".

" *Orang yang berdakwah,* kagum dengan dakwahnya".


Sufyan At-Tsauri Mengatakan :

"UJUB adalah

perasaaan kagum pada dirimu sendiri,  sehingga kamu merasa bahwa kamu lebih mulia dan lebih tinggi derajatnya dibanding orang lain".


Padahal  semua kelebihan yang kita dapatkan  adalah *kelebihan yang kita dapatkan dari ALLAH*. 

_*Karena itu selayaknya kekaguman hanyalah kepada ALLAH, bukan kepada diri sendiri.*_


*Dan ingatlah syaitan akan selalu menggiring manusia untuk masuk ke dalam fikiran berbangga kepada diri sendiri, agar amalan manusia tidak mendapat nilai.*

            IMAM NAWAWI.  

     Rahimahulloh berkata :

*"Ketahuilah bahwa keikhlasan niat terkadang dihalangi oleh penyakit ujub. Barangsiapa ujub dengan amalnya sendiri, maka akan terhapus amalnya."* 

            (Syarh Arba’in).

      _*Naa'udzu billaahi*_

          _*min dzalik.*_

_*Jauhi sifat Ujub,  jadikan amalan kita 100% karena pengabdian kepada ALLAH.*_

        *BAGAIMANA CARA*    

            *MENGURANGI*

              *SIFAT UJUB 

_*1. Setiap kali terbetik di hati tentang kehebatan diri, segera istighfar memohon ampun kepada ALLAH.*_

_*2. Mengganggap semua kelebihan  adalah milik ALLAH.*_

_*3. Berdoa mohon bantuan ALLAH agar hati kita bisa beribadah dengan ikhlas..*

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :

قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ  

*"Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk ALLAH, Tuhan semesta alam."..*

 (QS. Al An'am - 162)

*Semoga Allah membantu kita mengikis penyakit ujub yang ada di hati.*

_Aniiin yaa robbal alamiin_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balai Desa

MENGUBAH TAKDIR

MEMAKMURKAN MASJID