SALYA GUGUR
Enak utk dibaca, cerita pewayangan, yg sangat relevan dg kejadian yg menimpa kita umat manusia se dunia dalam dua tahun terakhir ini...
*SALYA GUGUR*
(Serangan mahluk tak terlihat)
Nun, di arena Kurusetra (perang Bharatayuda) tampak ribuan manusia menggelepar. Mereka serempak batuk-batuk sambil memegang dada yg panas & kepala yg tiba-tiba menjadi pusing, lalu ambruk di tanah. Mati..!!
Prabu Salya tersenyum menyaksikan kejadian yg mengerikan itu. Tujuannya adalah menunggu lawan seimbang yg akan dimajukan oleh pihak Pandawa. Pun, ajian pamungkasnya itu dikeluarkan semata-mata untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Dia tahu bahwa ajian *Candrabirawa* miliknya itu tentu ada yg bisa menangkalnya, namun dia tak tahu siapa yg dapat menanggulanginya.
Di seberang lautan manusia yg sedang berperang itu, dengan pandangan batinnya yg tajam, *Kresna* menyaksikan betapa mengerikan ajian Candrabirawa yg semakin lama terus membelah diri dari satu menjadi dua, empat, delapan, enambelas hingga ratusan ribu kelipatannya dalam menjangkiti semua orang.
Di sebelahnya, para Pandawa menatap cemas menyaksikan ratusan ribu manusia menjadi korban keganasan mahluk tak kasat mata itu.
Kresna berkata: ini saatnya kau maju ke Medan peperangan, wahai adikku *Yudhistira*. Tak ada yg dpt menandingi *Eyang Salya* itu kecuali dirimu. Lihatlah perbuatannya yg begitu kejam membantai orang-orang tanpa belas kasihan lagi," kata Krisna.
Yudhistira yg berdiri di sebelahnya terhenyak ketika namanya disebut.
*-* "Mengapa harus aku yg maju, kangmas Kresna?" tanya Yudhistira.
*×* "Apa yg kau lihat itu, hai adikku?" Kresna balik bertanya.
*-* Aku melihat berjuta-juta mahluk berupa raksasa kerdil sedang menyerang banyak prajurit. Tidak hanya dari pasukan kita saja yg diserang, tapi pasukan Kurawa pun turut diserbunya. Aneh!," jawab Yudistira.
*×* "Itulah kedahsyatan Candrabirawa. Prabu Salya dulu mendapat-kannya dari *Resi Bagaspati*, mertuanya, dan mertuanya itu memperolehnya dari wejangan arwah *Sukrasana*, saat dia bertapa. Hanya manusia yg berjiwa tenanglah yg sanggup menghentikan. Majulah, hadapi Eyangmu itu tanpa harus melawan. Turuti apa yg dikehendakinya. Bawalah panahku ini jika beliau memang menghenda-kinya," kata Krisna.
- Yudhistira menerima sebuah panah *bermata cahaya* dari tangannya, lalu maju ke tengah kecamuk perang yg mengerikan dan aneh itu. Dada Prabu Salya bergetar ketika Yudhistira maju di hadapannya dalam jarak beberapa puluh meter dgn sikap menyembah sebagai tanda bakti & hormat.
*#* Mengapa yg maju justru engkau, hai Cucuku Yudhistira? Aku menginginkan yg melawanku adalah adikmu si Bima yg gagah perkasa atau Arjuna yg pandai dlm hal memanah," kata Salya.
*-* Aku datang menghadap hanya minta tolong Eyang Salya untuk menghentikan penyakit yg Paduka tebarkan itu. Aku tak tega menyaksikan ribuan orang yg menjadi korban keganasannya. Kalau Paduka tak mau, segera bunuhlah aku daripada orang yg tak berdosa itu terbunuh. Jika aku mati, maka pihak Pandawa kalah. Itu sudah cukup," jawab Yudhistira.
"Oh, Yudhistira. Tidak semudah itu dalam peperangan ini. Jika kau ingin mati, maka panahlah aku dengan senjata di tanganmu itu, biar aku pun akan memanahmu dgn senjataku," kata Prabu Salya.
Maka, dengan setengah hati Yudhistira menyanggupi tantangannya.
Senjata *V.Cakra Baskara* pemberian Kresna dilesatkan tanpa semangat, pun tak ditujukan ke arah lawannya melainkan hanya menghadap ke bawah. Matanya terpejam ketika senjata itu melesat lemah dari gandewa di tangannya.
Ajaib, panah itu justru melesat secepat kilat ketika terantuk tanah dan menghujam tepat di dada Prabu Salya yg meremehkan semangat perang Yudhistira *si lelaki kerempeng* yg lemah lembut itu. *Terdengar suara menggelegar dan seketika Sang Prabu Salya tersungkur tewas.*
Pasukan manusia kerdil tak kasat mata yg sedang menyerang semua orang itu menjadi terkejut dan menghentikan perbuatannya. Tampaklah manusia dengan sinar suci berdiri dengan tenang hingga membuat mereka menjadi lemah dan akhirnya musnah.
Sejak kematian Prabu Salya itu maka berangsur-angsur wabah aneh itu lenyap.
*Jadi cerita penyakit aneh tsb sdh pernah ada sejak jaman Purwa Carita....*
Kisah yg dpt kita petik: *Tetap Tenang, Jangan Panik... Covid 19 akan berlalu bila YUDISTIRA (hati yg tenang meningkatkan imun) + panah BAGASKARA bermata cahaya (sinar matahari) Insya Allah wabah Covid 19 akan akan berlalu .....*
*Kisah wangsa Bharata yg indah, menggambarkan kehidupan manusia atas kehendak dan ujian dari Gusti Allah* SWT
Komentar
Posting Komentar