*TAHAJUD CALL*
(Selasa, 29 Maret'22)
Assalamualaikum....
*Kiat mengenali si dia*
Kalau anda bertanya langsung maka "sandiwara dan muka dua" sering kali hasilnya.
Namun bila anda mengamati kawan dan pergaulannya, maka kawan dan pergaulan lebih fasih untuk berkata jujur, dan jauh dari adegan sandiwara.
Dahulu dikatakan:
عن المرء لا تسأل وسل عن قرينه فكل قرين بالمقارن يقتدي.
Tentang seseorang, janganlah engkau tanya (siapa dia), Namun tanyalah siapa kawannya, karena setiap orang akan meneladani kawannya."
Pepatah ini senada dengan sabda Nabi shallallahu álaihi wa sallam:
لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا وَلاَ يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلاَّ تَقِىٌّ
Janganlah engkau bersahabat kecuali dengan orang yang beriman, dan janganlah ada yang menyantap hidanganmu kecuali orang yang bertaqwa. (Ahmad, Abu Dawud dan lainnya)
Yang jelas, rusa tak akan berkawan dengan singa, dan srigala tidak akan bersahabat dengan domba.
Walau dia mengaku saya rusa, indah buluku, lezat dagingku, namun kalau ternyata sekelilingnya adalah serigala atau singa, maka terlalu bodoh bila kemudian sang rusa percaya dan kemudian memilihnya sebagai sahabat.
Walau dia mengaku sebagai orang baik dan bertaqwa, namun bila tamu yang sering ia jamu, dan sahabat yang menemani perjalanannya atau meramaikan majlisnya adalah para penyamun dan penjahat, maka sejatinya ia adalah bandar penyamun bukan ahli agama dan bukan juga orang baik.
Bila anda hendak melamar wanita yang sholehah, namun kumpulannya di bar bersama orang orang yang hobi dugem, atau putri anda dilamar seorang lelaki yang rajin ngaji tapi tongkrongannya di bar tempat dugem atau sukanya nongkrongi para pemain judi, kira kira andau mau terima lamarannya?
Kalau anda sudah mengetahui sahabat pergaulan seseorang lalu anda masih juga mengaku tidak mengenalnya, maka itu namanya "pura pura" atau .....ndak tahulah, silahkan sebut sendiri aja.
Semoga mencerdaskan.
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى
*🕋MONGGO SHOLAT TAHAJJUD🕋*
Komentar
Posting Komentar