DIHATIMU
*TAHAJJUD CALL*
(Senin 21 Maret'22)
Assalamualaikum....
*DI HATIMU, DUNIA atau AKHIRAT ?*◾
Kenapa kebanyakan manusia lebih memilih dunia dan rela mengorbankan akhirat yang kekal abadi...?
Kenapa mereka mencari dunia sekuat tenaga, habis-habisan, padahal tidak akan dinikmati setelah mati...?
Kenapa masih banyak orang yang begitu gigih mencari jalan-jalan kebahagiaan dunia, seakan-akan tidak ada capek dan lelahnya, sementara badan terasa lemas, pikiran menjadi tumpul, serta keinginan menjadi lemah, apabila berhubungan dengan masalah akhirat...?
Kenapa orang yang senang memburu dunia tidak akan menyesal jika pahala telah berlalu darinya, sementara jika sebuah kesempatan untuk mendapat keduniaan terlepas darinya, maka dia akan menyesal dengan penyesalan yang sangat mendalam...?
Muhammad bin Suqoh rahimahullah berkata :
"Ada dua hal yang apabila dirasakan oleh seseorang, maka itu sudah cukup menjadi adzab yang sesungguhnya bagi dirinya. Pertama, bila seseorang mendapatkan tambahan rezeki di dunia, lalu dia akan bergembira sejadi-jadinya, tidak pernah Allah menyaksikan orang itu bergembira seperti itu karena bertambahnya sesuatu pada agamanya. Kedua, seseorang yang mendapatkan kekurangan dalam dunia, lalu dia akan merasa sedih sejadi-jadinya. Belum pernah Allah melihatnya mengalami kesedihan seperti itu karena berkurangnya agamanya" (Hilyatul Auliyaa' V/4).
Wahai saudaraku.....manakah yang lebih engkau cintai, kehidupan dunia ataukah kehidupan di negeri akhirat...?
Jika memang engkau mencintai akhirat, lalu kenapa tidak bersedih jika masih bodoh dalam masalah-masalah aqidah, ibadah dan juga amalan-amalan lainnya...?
Jika memang engkau memilih akhirat, lalu kenapa tidak berusaha sekuat tenaga untuk lebih serius mempelajari jalan menuju ke sana, beramal dan berdoa dengan penuh harap dan cemas kepada-Nya...?
Wahai saudaraku.....janganlah mati-matian mengejar sesuatu yang tidak dibawa mati, tetapi mati-matianlah untuk mengumpulkan bekal yang akan dibawa mati...
Allah 'Azza wa Jalla berfirman :
"Dan barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat dan dia berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik" (QS. Al-Isra' [17]: 19)
Jika Surga dan segala nikmatnya pasti, lalu kenapa dilalaikan oleh dunia yang fana ?
Jika Neraka dan segala siksanya pasti, lalu kenapa masih berani berbuat dosa ?
Imam al-'Utsaimin rahimahullah berkata :
الإنسان إذا وجد أن غاية ما يصل إليه من الثواب هو النظر إلى وجه الله، كانت الدنيا كلها رخيصة عنده
"Seorang hamba apabila dia mendapati bahwa puncak tujuan dari pahala adalah melihat wajah Allah, maka seluruh dunia "TIDAK ADA HARGANYA" di sisinya" (lihat Syarah al-Aqidah al-Wasithiyyah hal 458)
اَللّهُمَّ اجْعَلِ الدُّنْيَا فِيْ اَيْدِيْ وَ اجْعَلِ الْآخِرَةِ فِيْ قَلْبِيْ
Ya Allah, jadikan dunia berada di tanganku, dan jadikanlah akhirat berada di hatiku...
وَ اقْطَعْ عَنِّيْ حَاجَاتِ الدُّنْيَا بِالشَّوْقِ اِلىَ لِقَائِكَ
Dan putuskanlah keinginanku atas dunia dengan kerinduan berjumpa dengan-Mu...
إِذَا اَقْرَرْتَ أَعْيُنَ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ دُنْيَاهُمْ فَأَقِرَّ عَيْنِيْ مِنْ عِبَادَتِكَ
Jika penduduk dunia mata mereka lebih sejuk dengan dunia, maka sejukkanlah pandanganku dengan ibadah kepada-Mu...
✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
Komentar
Posting Komentar