[16/3 04.02] +62 852-4566-9133: *RENUNGAN PAGI*
Rabu, 16 Maret 2022
*Assalamu'alaikum wr wb*
Siapapun yang ingin memperbaiki hidupnya, maka hendaklah ia terlebih dahulu memperbaiki sholat nya.
Kehidupan seseorang adalah cerminan dari sholat nya.
Barangsiapa terbiasa menunda - nunda sholat nya, maka ia harus siap tertunda dalam segala urusan kehidupannya.
Apa yang berharga dari agama kita ?
Jika sholat saja tidak berharga bagi kita, artinya betapa gegabah dan sembrononya, seseorang (kita) terhadap urusan sholat
Padahal pertama kali yang diminta pertanggungjawaban dari amal kita adalah sholat.
Seperti apa seseorang yang mampu memperbaiki sholat nya
maka seperti itu pula, ia akan mampu memperbaiki hidupnya.
*pertanyaannya mengapa begitu*
Karena sholat berkorelasi dengan segala aspek kehidupan, siapapun yang baik sholat nya, maka akan baik pula kehidupannya, (insyaalloh)
Sungguh sekali lagi sungguh, orang yang memperbaiki sholat nya
sejatinya ia telah memperbaiki hidupnya
*wahai ALLOH....*
Karuniakan kepada kami istiqomah sholat berjamaah, jauhkan dari kami rasa malas apalagi sembbrono dalam urusan sholat.
amiiin ALLOHUMMA amiiin
*Wassalamu'alaikum wr wb*
[17/4 03.52] +62 852-4566-9133: *RENUNGAN PAGI*
Ahad, 17 April 2022
*Assalamu'alaikum wr wb*
Jika cermin, koco ngilon (jawa) kita rusak, maka setampan, seganteng dan secantik apapun orang yang di hadapan cermin, akan kelihatan buruk dan jelek.
Begitu juga dengan hati kita jika hati seseorang sakit dan berpenyakit, maka apapun yang tampak dan terlihat dalam pandangannya adalah keburukan dan kejelekan.
Kalau seseorang hatinya penuh iri dan dengki sungguh dia sangat menderita dan cenderung lupa untuk memperbaiki diri.
Orang yang cerdas, cenderung kritis tapi kalau kecerdasan atas dasar iri dengki dan kebencian, maka kritikan dan masukan nya, cenderung tidak objektif dan penuh tendensi.
Tapi kalau kecerdasan atas dasar cinta dan saling mengerti, maka kritikan dan masukan nya, manfaat dan positif.
Penting dan penting memperbaiki dan menata hati orang tua kita dulu sering berpesan dengan kata-kata " hati - hati" bukan dengan kata kaki-kaki atau pipi - pipi.
Sampai agama kita mengajarkan istafti qolbak (tanyakan pada hati nurani mu).
Duh gusti ALLOH.. mugi panjenengan tansah paring dateng kami amanah ingkang salim, manah ingkang khusyu' lan manah ingkang taqwa dateng PANJENENGAN, aamiin....
*Wassalamu'alaikum wr wb*
Komentar
Posting Komentar